PENGALAMAN JATUH DI MUSIM HUJAN


Ini adalah tulisan pengalaman ku saat musim hujan beberapa bulan yang lalu. Tepatnya pada hari Kamis tanggal 18 Januari 2018. Hari itu aku baru saja menginap dari rumah Kakaku yang ada di Surabaya. Cuaca di bulan ini memang sering hujan apalagi saat siang menjelang sore. Hampir setiap hari kota Malang mulai siang selalu  hujan deras dan baru reda sekitar sore atau waktu maghrib.
Perjalanan di Bus dari Surabaya menuju Malang tidaklah memakan waktu yang lama dan kebetulan saat itu kendaraan tidak terlalu macet. Namun dari awal memang yang kukhawatirkan adalah cuacanya. Karena pasti tidak akan nyaman kalau harus naik motor dari Arjosari menuju ke kos an dengan kehujanan. Pada saat aku ke Surabaya aku memang menitipkan motor ku di parkiran terminal Arjosari.
Selama di Bus aku duduk dengan seseorang mahasiswi dari Surabaya. Dia adik tingkatku karena masih semester akhir di kuliahnya. Dia kuliah di Surabaya dan mau menuju ke Malang untu menemani temannya yang sakit. Padahal waktu itu dia masa-masa skripsi. Dalam hati, aku cuma bisa bilang baik banget ini anak padahal dia masih sibuk skripsi tapi dibela-belain buat nemenin temennya di Malang. Temannya mahasiswa UB, dan kebetulan Mbak nya ini belum pernah ke Malang, jadi dia banyak tanya ke aku tentang rute Bus nya. Sebenarnya dia salah naik Bus, karena dia niatnya mau naik Bus Patas tapi dia salah masuk ke Bus Ekonomi. 
Mulai memasuki kota Malang sekitar puku 14.00 WIB. Di daerah Lawang memang sudah mulai mendung dan mungkin sudah turun hujan karena tidak terlalu terlihat dari di dalam Bus. Hingga saat telah sampai di arjosari, alhamdulillah meski masih mendung namun saat itu belum turun hujan.
Aku dan Mbak nya yang tadi turun Bus bersama, karena memang dia sama sekali belum pernah ke Arjosari. Kita berjalan bersama menuju pintu depan Arjosari. Sewaktu berjalan menuju pintu depan Arjosari ada seorang Bapak paruh baya mungkin umur nya sekitar 50 tahunan yang sedang berjalan perlahan di depanku. Awalnya aku tidak terlau memperhatikan bapaknya, beliau seperti kerepotan mebawa dua tas di tangannya. Di jalanan depan ruko-ruko itu memang sangat licin lantainya, jadi berhati-hati saja kalau sedang berjalan di terminal arjosari di wilayah depan rukonya. Karena Bapaknya tidak tahu kalau lantai itu licin tiba-tiba saja Bapak tersebut terpeleset dan jatuh, seketika aku dan Mbak yang tadi tepat di belaknagnya membantunya untuk bangun. Pasti sakit sekali Bapak itu karena memang beliau  langsung jatuh begitu saja ke lantai dengan posisi duduk.
Setelah kami tiba di depan pintu Arjosari aku pun berpisah dengan Mbaknya buat ambil motor yang ada di penitipan. Waktu itu memang sudah turun hujan dan semakin lama semakin deras. Aku tidak langsung pergi dari Arjosari, karena masih deras banget meskipun aku bawa mantel tapi akut takut untuk naik kendaraan, apalagi rem motorku bermasalah.
Sekitar 15 menit aku menunggu agak reda akhirnya aku putuskan untuk mengendarai motor dengan memakai mantel. Memang keadaannya masih hujan namun sudah lebih mendingan dari pada sebelumnya. Tanpa ada firasat apapun aku pun melaju dengan motorku keluar dari Arjosari.
Dengan kecepatan sedang kira-kira 40 km/jam aku mengendarai motorku. Saat itu memang pikiranku sedkit tidak fokus, mungkin karena kelelahan juga dari Surabaya. Hujan memang tidak begitu deras, namun aku tetap berhati-hati dan mengendarai perlahan karena rim ku yang sedang bermasalah.

Hari itu tidak seperti biasanya aku lewat pertigaan taspen lurus menuju ke arah flay over, dengan tujuan ku ke kosan daerah suhat xexofon. Biasanya aku memilih untuk lewat pertigaan taspen belok kiri, namun entah kenapa karena tidak fokus aku terlewat pertigaan dan lurus begitu saja. Tidak ada buruknya pikirku untuk lurus, karena biasanya jalanan flay over ke arah suhat macet.

Masih dengan pikiran yang tidak terlalu fokus, mungkin dikarenakan hujan juga, aku tetap melaju dengan kecapatan yang sedang. Hingga tiba di jalan flay over bagaian ril kereta tepat di depan pos yang ada di kiri jalan musibah pun terjadi.
Jalan disana sebagian ditutup entah karena apa aku belum mengerti waktu itu. Dan baiklah karena sebagaian jalan ditutup maka seketika pengendara mulai perlahan saat melewati ril itu dan sedikt agak macet. Aku tetap masih belum terlalu fokus, namun aku merasa sudah berhati-hati dalam mengendarai motor.

Tiba saat perlahan orang melaju aku mulai melewati bagian ril itu, dan karena aku ingin cari jalan yang agak di depan aku lebih ke arah kiri dekat dengan penutup jalan. Karena posisi motorku yang mungkin keliru karena agak berbelok ke kiri akhirnya tepat di bagian ril itu motorku tergelincir. Seketika itu aku jatuh dengan posisi sujud dan kakiku sebelah kiri terkena ril dan tertimpa motor.  Saat itu yang ada dipikiranku adalah kendaraan yang ada dibelakangku, bagaimana jika melaju cepat. Tapi alhamdulillah kendaraan saat itu melaju perlahan karena mungkin separu jalan di ril itu ditutup.
Aku lumayan lama duduk setelah terjatuh, mungkin karena syock dan pikiranku kosong. Aku juga merasa ngga bisa berdiri karena kakiku sebelah kiri sakit. Saat jatuh ada beberapa bapak yang segera mengambil motorku dan menolongku. Meskipun motorku sudah di sampingkan di pinggir pos itu, aku di bantu berdiri dan disuruh duduk di pinggir jalan dulu. Dan lagi-lagi pikiranku seperti berhenti, hanya sakit di kaki sebelah yang kurasakan.
Beberapa menit kemudian aku pun akhirnya duduk di pos pinggir jalan itu. Namun sebelum di pos aku sempat duduk di trotoar pinggir jalan. Di trotoar itu salah satu bapak yang mebantuku tahu kalau aku merasa kesakitan. Karena aku memakai celana panjang aku tidak tahu luka seperti apa kakiku. Hingga akhirnya bapak itu menyuruhku membuka yang bagian luka. Dan ternyata kakiku sebelah kiri bagian bawah lutu benjol lumayan besar.
Sesampai di pos aku diberi minum dan minyak oleh bapak-bapak yang jaga di sana. Ada cukup banyak bapak-bapak di sana sekitar 7 orang. Kata salah satu bapak itu jalan di ril itu sebagian ditutup karena sudah menjadi langganan orang jatuh apalagi saat musim hujan ini.
Dari pengalamanku ini aku mau share kalau waktu musim hujan kita memang harus lebih waspada dan berhati-hati saat mengendarai sepeda motor. Selain jalanan yang super licin, saat melewati ril itu akan sangat berbahaya. Berkat jatuhku ini aku paham kalau kita harus melawan arah ril saat melewati ril itu, artinya kita melewati ril itu dengan arah T, dan jangan sekali-kali melewatinya dengan searah ril, sudah pasti akan terjatuh apalagi saat musim hujan.

 

Komentar